Kamis, 14 November 2019

TRADISI NYEPUT (JEPUTAN)


TRADISI NYEPUT (JEPUTAN)


Assalamualaikum wr wb.


Kembali lagi bersama saya Nadita Aprilia. Dalam perjalanan kedua ini saya dengan anggota kelompok saya / teman-teman saya kembali lagi ke desa kuripan. Pada tanggal 7 November 2019, pada pukul 14:00 saya bersama 12 teman saya yang lainnya melakukan perjalanan dari mataram menuju kuripan yang berada di Kabupaten Lombok barat.

Dalam perjalanan dari mataram menuju kuripan tidak memakan banyak waktu, sesampainya kami dikuripan kami tidak langsung kerumah mamiq upiq untuk melakukan nyeputan tapi kami beristirah dulu sejenak dirumah teman kami dikuripan yang berada di Kabupaten Lombok Barat. Setelah sholat ashar kami langsung menuju kerumah mamiq upiq untuk mencari tahu tentang naskah kuno dan melakukan nyeput. Sesampainya kami dirumah mamiq upiq, kami disambut dengan baik oleh mamiq upiq bersama istirinya dan kami dipersilahhkan duduk di tetras rumahnya.

Jeputan adalah memilih salah satu naskah kuno yang sudah di tulis menggunakan daun lontar.Disitupun kami menjelaskan kepada mamiq upiq maksud dan tujuan kedatangan kami, bahwa kami ingin melakukan nyeput mengguunnakan naskah kuno yang dimiliki oleh mamiq upiq.

Jeputan adalah memilih salah satu naskah kuno yang sudah di tulis menggunakan daun lontar. Tradisi nyeput atau jeput sangat dipercaya oleh masyarakat suku sasak pada umumnya untuk menghasilkan masa depan. Karena believe system yang kuat dan kebutuhan metafisik dari orang sehingga tradisi nyeput ini sering digunakan.




Singkat cerita sebelum melakukan nyeput mamiq upiq menyediakan gelas yang berisi  air dan bunga. Mamiq upiq juga menceritakan bahwa beliau pernah melakukan nyepu atau jeputan sebanyak 3 kali dan isi dari jeputan beliau sama, isi dari jeputan beliau adalah bahwa beliau tidak pernah ada dirumah dan itu terbukti, pada tahun 2010 barulah beliau pulang kembali kerumah. Setalah itu kami pun dijelaskan bagamana cara melakukan nyeput dan apa syarat untuk melakukan nyeput. Syarat melakukan nyeput, pertaman nyeput atau jeputan dilakukan pada malam hari, kedua jangan lupa membaca bismillah dan kosongkan pikiran, ketiga menutup mata dan yang keempat mengambil sehelai daun lontar.
Setelah itu kamipun giliran melakukan nyeput atau jeputan dan Alhamdulillah hasil dari hasiil kami nyeput bbagus-bagus semu. setelah lkami semua mellakukan nyeput kami tidak lupa mengucapkan terimakasih kepada mamiq upiq yang telah menerima kami dengan baik dan memberi kami pengetahuan yang sangat bermanfaat bagi kami. Kamipun melakukan foto bersama mamiq upiq.


foto bersama mamiq upiq

Kamis, 24 Oktober 2019

CERITA PERJALANAN MENCARI NASKAH KUNO




CERITA PERJALANA MENCARI NASKAH KUNO 



Assalamualaikum wr…wb.😊😊😊


Saya Nadita Aprilia saya disini akan menceritakn tentang perjalanan saya ketika mencari naskah kuno di daerah kuripan Lombok Barat, saya pergi bersama teman-teman saya dan disini juga saya ingin berbagi penagalaman saya tentang mencari naskah kuno.
Pada hari minggu siang tepatnya opukul 14:00 saya di jemput oleh teman saya dikos saya, setelah itu kami berkumpul dengan teman-teman yang lainuntuk pergi menuju salah satu rumah teman kami yang sudah tau dimana tempat untuk mencari naskah kune tersebut. Selama perjalanan menuju kerumah teman kami yang berada di desa kuripan untuk mengetahui informasi tentang naskah kuno sangat-sangat menyenangkan, karena kami melewati pemandangan yang indah namun panas. Selama dalam perjalanan banyak sawah, gunung dan ada taman bunga yang kita lewatkan. Setelah kami sampai dirumah teman kami di Desa Kuripan, saya dan teman-teman saya baru mengetahui Mamiq Upi dapat ditemui pada pukul 17:00, dikarena kan beliau mengikuti acara sorong serah terdahulu. Dan kamipun memutuskan untuk beristirahat sejenak dirumah teman kami sekaligus menunggu selesainya acara Mmaiq Upi. Setelah lama kita menunggu dan akhirnya tibalah pukul 17:00 dan kamipun berangkat kerumah Mamiq Upi bersama-sama. Dalam perjalanan kerumah mamiq kami menemui orang yang sedang nyongkolan.
Sesampainya kami dirumah Mamiq Upi kamipun disambut dengan baik oleh beliau . Mamiq lansung menceritakan isi dari naskah puspekerme dan memperlihatkan naskahnya dan menjelaskannnya kepada kami naskah apa saja yang beliau miliki. Sejak tahun 2017 mamiq upi sudah mulai menekuni/menulis naskah kuno. Beliau mempelajari naskah kuno dari turun temurun dan beliau mendapatkan pelajaran naskah kuno dari nenek beliau.



Ada beberapa Takepan yang beliau miliki yaitu :
  1. Ada tankepan Rengganis.
  2. Ada Takepan ajarwali yaitu khusus untuk pengobatan.
  3. Ada takepan purwe daksirne yaitu perjalanan hidup sesudah mati.
  4. Ada takepan  markum yang khusus untuk pengajian. Takepan ini khusus mengkaji ilmu-ilmu hak syari’at, dan takepan ini juga menceritakan asal mula manusia ada didunia.
  5. Takepan Joharsyah,  yakni takepan ini dilakukan pad saat acara syukuran rumah.
  6. Ada takepan  khayatnur/nabi paras, digunakan pada saat acara cukur rambut untuk anak kecil.
  7. Ada takepan jati sware yaitu berisi tentang perjalanan diri.





Perjalanan panjang yang kami rasakan tidak sia-sia, semua terbayar dengan apa yang kami dapatkan. Keberadaan naskah-naskah tersebut menjadi harta karun masyarakat lombok, sebagai tempat pulang untuk melihat kembali asal muasal masyarakat Lombok.
Demikian cerita singkat perjalanan saya dalam mencari naskah kuno, semoga apa yang saya tulis bisa bermanfaat. Terimakasih😊😊😊